5 Cara Mudah Melakukan Proning Position di Rumah

proning prone position untuk covid-19

Proning position atau tidur tengkurap terbukti dapat melancarkan pernapasan orang yang mengalami sesak atau gangguan pernapasan. Teknik ini juga diklaim sebagai cara termudah untuk membantu melegakan pernapasan pada pasien Covid-19. 

Proning position juga bisa menjadi pertolongan pertama pada seseorang yang sesak napas jika tidak terdapat tabung oksigen di rumah. Tapi sebelum melakukan teknik ini, sebaiknya ketahui dulu syarat apa saja yang membolehkan seseorang mendapatkan proning position

Proning position dan Covid-19

Pada pasien Covid-19, virus menginfeksi jantung, paru-paru, dan otot pernapasan. Virus juga menyebabkan kerusakan pada sel darah merah, yang mempengaruhi suplai oksigen dalam tubuh. Akibatnya sesak napas bisa terjadi, dan pada kasus yang parah saturasi oksigen bisa menurun sangat drastis.

Proning position membantu meningkatkan oksigen yang masuk ke dalam tubuh karena jaringan paru-paru lebih banyak di bagian belakang tubuh daripada di depan. Vius corona menyebabkan penumpukan cairan ke arah paru-paru bagian belakang. Ketika pasien diposisikan tengkurap, cairan akan bergerak ke depan sehingga paru-paru bagian belakang tak terpengaruh. Hal ini memudahkan mereka untuk bernapas. 

Selain untuk Covid-19, posisi proning juga bisa digunakan untuk mengatasi sesak napas pada pasien dengan kondisi berikut:

  • Radang paru-paru
  • Pankrearitis
  • Sepsis
  • Cedera parah pada kepala, dada, atau bagian bawah tubuh
  • Terpapar zat berbahaya
  • Tenggelam

Pro dan kontra proning position

Meskipun proning position sangat bermanfaat untuk melegakan jalan napas pada pasien sindrom gangguan pernapasan akut (ARDS) seperti pasien Covid-19, tidak semua pasien dengan kondisi sesak napas bisa menerima teknik ini. 

Pasien luka bakar, luka terbuka, cedera leher atau kepala, atau memiliki tulang belakang yang tidak stabil berisiko tinggi mengalami komplikasi ketika melakukan proning position. Kondisi lain yang tidak diperbolehkan mendapat teknik ini adalah:

  • Ibu hamil
  • Pasien penyakit jantung atau dengan riwayat bedah jantung
  • Pasien yang mengalami batuk darah
  • Pasien dengan riwayat operasi trakea

Proning juga dapat meningkatkan risiko seperti luka tekan, dan risiko terbesar adalah sulit melakukan CPR ketika pasien mengalami henti jantung. Oleh sebab itu, proning position harus dilakukan dengan perlahan dan hati-hati dan sebaiknya oleh beberapa tenaga medis untuk memastikan kondisi tubuh tetap stabil. 

Cara melakukan proning position dengan mudah dan tepat

Untuk melakukan proning position di rumah, pastikan pasien sedang dalam kondisi sadar penuhdan tidak ditemukan tanda-tanda distres nafas berat. Jika terdapat persediaan tabung oksigen di rumah, pasien juga bisa menggunakannya dengan suplai oksigen > 2 liter per menit untuk mempertahankan saturasi oksigen lebih sama 92 %.

Sebelum melakukan proning di rumah, siapkan 5 bantal dan alas tidur yang nyaman. Satu bantal untuk di kepala, 1-2 bantal di bagian dada memanjang hingga paha atas, dan 2 bantal di kaki bagian tulang kering.

Berikut ini 5 langkah mudah melakukan proning position di rumah dengan benar:

  1. Tidur secara tengkurap di atas bantal yang telah disiapkan, lakukan selama 30 menit.
  2. Kemudian berbaring dengan posisi menyamping ke arah kanan, lakukan selama 30 menit.
  3. Tumpuk bantal seperti menara dan duduk bersandar ke bantal tersebut selama 30 menit.
  4. Lalu susun bantal seperti posisi awal dan tidurlah menyamping ke arah kiri.
  5. Terakhir, berbaring tengkurap seperti posisi pertama, lakukan selama 30 menit.

Ketika melakukan teknik ini di rumah, mintalah bantuan orang lain untuk mengawasi. Jika pasien tidak bisa menahan posisi selama 30 menit, lakukan sampai batas waktu yang mereka bisa tolerir. Selain itu hindari melakukan self-proning satu jam setelah makan agar bagian perut tidak tertekan. 

CatatanProning position sangatlah bermanfaat untuk membantu memudahkan bernapas pada pasien gangguan pernapasan. Teknik ini bisa dilakukan di rumah atau di rumah sakit yang diawasi oleh dokter atau tenaga medis lainnya. Namun sebelum melakukan teknik ini, sebaiknya perhatikan kondisi pasien terlebih dahulu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *