Abortus Inkomplit, Kenali Tandanya Sebelum Terlambat

Bumil, pernahkah mendengar abortus inkomplit? Keguguran adalah kehilangan kehamilan dini, biasanya terjadi sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu tepat sebelum janin memiliki nyawa. Keguguran bisa terjadi secara tiba-tiba, yang bisa menyebabkan pukulan hebat bagi pasangan yang menantikan kelahiran buah hati. 

Ketika seorang wanita keguguran, ada kemungkinan mereka mengalami abortus inkomplit atau keguguran tak lengkap. Ini adalah bentuk keguguran yang bisa membahayakan nyawa ibu karena bisa memicu infeksi. 

Tipe-tipe keguguran

Abortus inkomplit terjadi ketika wanita mengalami keguguran namun tidak semua jaringan atau produk konsepsi keluar. Masih ada beberapa bagian yang menempel dalam rahim sebelum akhirnya semua bagian keluar (keguguran lengkap/total).

Abortus inkomplit termasuk salah satu tahapan dalam aborsi spontan atau keguguran secara tiba-tiba. Tapi kondisi tersebut juga bisa terjadi tanpa diawali atau dibarengi dengan jenis keguguran lainnya. 

Keguguran terancam

Kondisi terancam keguguran sangat umum terjadi pada trimester pertama. Ditandai dengan sedikit pendarahan vagina atau sakit perut bagian bawah yang berlangsung selama beberapa hari hingga berminggu-minggu dengan serviks masih tertutup. 

Dalam beberapa hari gejalanya mungkin hilang dan ibu tetap memiliki kehamilan dan bayi yang sehat, atau gejalanya memburuk dan keguguran berlanjut.

Keguguran tak terhindarkan

Keguguran bisa terjadi setelah keguguran yang mengancam, diawali dengan perdarahan vagina yang lebih buruk dan kram perut lebih sering. Selama keguguran, serviks akan terbuka dan jaringan akan keluar melalui pendarahan. 

Keguguran yang terlewatkan

Kondisi dimana bayi masih berada dalam janin namun telah meninggal. Gejalanya adalah keluarnya cairan berwarna kecoklatan, mual, kelelahan, dan tidak ada tanda-tanda kehidupan saat melakukan USG.

Keguguran total

Tahap akhir dari keguguran, yaitu ketika semua jaringan dari bayi yang telah meninggal sudah keluar dari rahim seluruhnya. Kondisi ini ditandai dengan pendarahan vagina selama beberapa hari dan nyeri kram yang sangat kuat.

Selain itu jenis kehamilan lain yang bisa mengakibatkan keguguran yaitu kehamilan ektopik, kehamilan geraham atau mola, dan kehamilan anembrionik. 

Penyebab abortus inkomplit

Sebagian besar keguguran disebabkan oleh masalah kromosom bayi sehingga janin tidak bisa berkembang sempurna. Masalah ini berkaitan dengan gen ibu atau ayah. Selain itu faktor risiko abortus inkomplit meliputi:

  • Kondisi kesehatan ibu, seperti menderita hipertensi, penyakit jantung, gangguan pembekuan darah, masalah autoimun, infeksi, penyakit tiroid, dan diabetes yang tak terkontrol
  • Gaya hidup yang tidak sehat, seperti kebiasaan merokok, minum alkohol, dan penyalahgunaan obat
  • Paparan racun atau radiasi tingkat tinggi di lingkungan tempat tinggal atau tempat kerja
  • Masalah pada organ reproduksi ibu, seperti masalah pada serviks atau bentuk rahim tidak normal
  • Hormon tidak teratur
  • Kegemukan atau berat badan ibu terlalu kurus
  • Usia ibu saat hamil
  • Wanita yang telah mengalami keguguran berulang

Gejala yang harus diwaspadai

Keguguran bisa diawali dengan gejala, tapi beberapa wanita bisa kehilangan bayi mereka tanpa tanda apapun. Sakit perut yang sangat hebat dan pendarahan adalah tanda keguguran yang harus diwaspadai. Selain itu gejala yang harus diperhatikan antara lain:

  • Sakit pinggang yang tumpul, tajam, atau terasa kram
  • Pendarahan disertai atau tanpa disertai dengan keluarnya gumpalan
  • Demam tinggi selama 1-2 hari
  • Hilangnya gejala awal kehamilan, seperti morning sickness atau nyeri payudara

Catatan

Untuk menghindari risiko abortus inkomplit, ibu disarankan menjalani gaya hidup sehat, rutin melakukan pemeriksaan kehamilan, dan manajemen penyakit jika ada. Ketika merasa sakit perut atau gejala yang tak biasa, disarankan untuk menemui dokter untuk dilakukan pemeriksaan.

Abortus inkomplit bisa berubah menjadi keguguran total tanpa atau dengan intervensi medis. Jika ibu memilih membiarkannya hingga semua jaringan keluar, ibu disarankan untuk melakukan pemeriksaan secara rutin. Jika tidak segera diatasi, sisa jaringan bisa menyebabkan infeksi dan mengancam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *