4 Rekomendasi Food Processor Bayi dibawah 2 Juta-an

Setelah 6 bulan pertamanya, bayi akan memasuki fase baru. Tak hanya ASI, si kecil sudah mulai bisa menerima makanan pendamping ASI. Agar kualitasnya terjamin, ada baiknya Bunda menyiapkan sendiri menu MPASI si kecil. Merepotkan memang, tapi Bunda tak perlu khawatir karena dengan food processor bayi Bunda bisa membuat makanan si kecil dengan lebih cepat dan hemat tenaga. 

food processor bayi bisa membuat proses pembuatan makanan lebih cepat dan praktis

Food processor bayi berukuran lebih kecil daripada alat pengolah makanan biasanya. Harganya juga beragam, mulai dari 200 ribuan hingga di atas 2 juta. Dari sekian banyak merk, tentu Bunda bingung memilih mana yang terbaik. 

Simak artikel berikut untuk mengetahui rekomendasi food processor bayi elektrik murah namun tetap berkualitas. 

Rekomendasi Food Processor Bayi Terbaik

  1. Baby Safe Food Processor LB609

Baby Safe Food Processor memiliki material BPA free dan pisau yang anti karat. Dilengkapi dengan double safety lock atau pengunci ganda yang memastikan mesin bisa beroperasi apabila mangkok dan tutupnya telah terkunci dengan tepat. 

Selain memenuhi standar keamanan Eropa, food processor satu ini didesain dengan bentuk yang mini sehingga cocok dibawa saat bepergian. Dengan 3 pilihan kecepatan, Baby Safe Food Processor LB609 bisa menghaluskan buah, sayur, dan makanan padat lainnya agar sesuai dengan kesukaan si kecil. 

  1. Little Giant LG 4910 Food Processor & Baby Cook

Little Giant LG 4910 Food Processor merupakan food processor bayi yang serbaguna. Selain untuk menghaluskan makanan, alat ini bisa digunakan untuk mengukus sayuran, mensterilkan botol, hingga menghangatkan susu atau makanan si kecil. Dilengkapi dengan timer dimana mesin otomatis akan mati dan bel berbunyi saat proses sterilisasi selesai. 

Materialnya bebas dari BPA yang aman dan tidak mengandung racun serta telah disetujui oleh FDA. Little Giant LG 4910 Food Processor & Baby Cook mudah dibongkar pasang dan dibersihkan. 

Bagi Bunda yang ingin mengolah berbagai hidangan untuk si kecil, food processor ini sangat direkomendasikan. 

  1. Oonew Petite Baby Puree Food Processor 4in1

Food processor dari Oonew ini memiliki banyak sekali fitur menarik yang bisa Bunda gunakan saat membuat puree atau MPASI. Bunda bisa merebus dan menghaluskan makanan dalam satu wadah sehingga lebih tak perlu repot lagi menyiapkan MPASI. 

Kapasitas tampungnya mencapai 600 mL. Meski begitu, ukuran food processor ini cukup ringkas sehingga bisa dengan mudah dibawa bepergian. Konsumsi dayanya juga tak terlalu besar.

  1. Vienta Baby Food Maker

Untuk kualitas yang lebih tinggi namun masih terjangkau, Bunda bisa mencoba Vienta Baby Food Maker. Tampilannya modern dan dilengkapi dengan empat fungsi dalam satu produk yang membuat food processor ini sangat praktis digunakan. 

Alat ini juga mudah digunakan karena didukung dengan layar sentuh dan panel digital yang membuat Bunda lebih hemat waktu.

Bagaimana Cara Membuat MPASI dengan Food Processor?

Membuat MPASI dengan food processor bayi tentunya lebih mudah dan praktis dibandingkan dengan cara manual. Berikut ini langkah pembuatan MPASI:

  1. Siapkan food processor bayi yang sudah bersih dan dikeringkan
  2. Siapkan bahan-bahan untuk pembuatan MPASI, seperti labu kuning, daging ayam rebus, dan wortel
  3. Masukkan air ke tangki mesin
  4. Masukkan semua bahan MPASI dan tutup dengan benar
  5. Atur timer yang dibutuhkan untuk mengukus (jika perlu mengukus, jika tidak tahap ini bisa dilewati)
  6. Pilih mode blender untuk menghaluskan makanan
  7. Setelah halus, pindahkan ke wadah dan puree siap disajikan

CatatanFood processor bayi memang sangat membantu Bunda dalam menyiapkan MPASI si kecil. Sebelum memutuskan membelinya, Bunda bisa mempertimbangkan beberapa hal mulai dari fungsi, daya, keamanan, dan harga.

Biduran Pada Anak, Kondisi yang Perlu Diwaspadai

Setiap orang perlu waspada terhadap berbagai risiko pada tubuh. Risiko tersebut bisa terjadi pada siapapun, termasuk anak-anak. Anak-anak merupakan salah satu kelompok yang lebih rentan terhadap kondisi tertentu seperti biduran. Biduran dapat menimbulkan iritasi pada kulit. Meskipun demikian, biduran pada anak biasanya tidak menimbulkan kondisi yang berbahaya bagi tubuh.

Biduran pada bayi menyebabkan munculnya ruam kemerahan dan bengkak di bagian-bagian tubuh tertentu seperti kaki, tangan, dan wajah

Apa yang Dimaksud dengan Biduran?

Biduran, atau istilah lain yang disebut sebagai urtikaria, merupakan kondisi yang tampak seperti sejumlah cincin yang tergabung menjadi satu dan dapat berpindah dalam waktu tertentu (misalnya, 24 jam setelah anak mengalami kondisi tersebut) ke bagian kulit lain.

Biduran bisa timbul dalam ukuran yang bervariasi, paling kecil sebesar setengah inci dan paling besar bisa mencapai beberapa inci. Biduran pada anak bisa sangat mengganggu karena ada berbagai gejala yang bisa dialami anak, salah satunya termasuk pembengkakan pada kulit.

Pada umumnya, biduran tidak dapat menimbulkan kondisi yang berbahaya bagi tubuh. Namun, pada sebagian kasus, biduran dapat menunjukkan bahwa anak mengalami kondisi yang serius pada tubuh. Oleh karena itu, jika anak Anda mengalami kondisi yang serius akibat bidan, Anda sebaiknya hubungi dokter.

Apa Saja Gejala yang Timbul Akibat Biduran?

Biduran dapat menimbulkan gejala berikut pada kulit:

  • Gatal-gatal.
  • Kemerahan.
  • Ruam.
  • Pembengkakan.
  • Tersengat.
  • Bintik-bintik.

Jika anak mengalami kondisi yang serius, anak bisa menunjukkan gejala berikut:

  • Mengi.
  • Kesulitan untuk bernafas.
  • Pembengkakan di lidah dan tenggorokan.
  • Kesulitan untuk berbicara.
  • Kehilangan kesadaran.

Apa Saja Faktor yang Dapat Menyebabkan Biduran Pada Anak?

Biduran bisa terjadi karena faktor berikut:

  • Makanan

Ada berbagai kandungan makanan yang dapat menyebabkan biduran pada anak, di antaranya adalah gandum dan kacang.

  • Dermatografi

Dermatografi merupakan kebiasaan orang terhadap kulit seperti menggaruk atau mengelus.

  • Suhu

Suhu yang dingin bisa menjadi faktor penyebab biduran pada anak.

  • Cahaya

Cahaya juga berpotensi menyebabkan biduran pada anak. Cahaya penyebab kondisi tersebut bisa dari sinar matahari atau lampu.

  • Aktivitas fisik

Aktivitas fisik tidak hanya dapat menurunkan energi, namun juga dapat meningkatkan risiko biduran pada anak.

  • Stres

Stres merupakan faktor lain yang dapat menimbulkan berbagai masalah pada tubuh, termasuk biduran.

  • Infeksi

Jika anak mengalami infeksi (virus atau bakteri), mereka akan lebih berisiko terhadap biduran.

  • Serangga

Gigitan serangga juga dapat menimbulkan berbagai gejala biduran.

  • Penggunaan obat

Ada berbagai obat yang perlu diwaspadai, salah satunya termasuk antibiotik. Obat tersebut dapat menimbulkan berbagai efek samping, termasuk biduran.

  • Reaksi alergi

Alergi dapat menimbulkan berbagai reaksi pada tubuh, salah satunya termasuk gatal-gatal. Sumbernya tidak hanya dari makanan, namun juga bisa dari sumber lain seperti tumbuhan.

Jika Anak Anda Mengalami Kondisi Yang Serius

Jika anak Anda mengalami kondisi yang serius seperti kesulitan bernafas, Anda sebaiknya hubungi dokter. Sebelum bertemu dengan dokter, Anda bisa mempersiapkan diri dengan beberapa hal di bawah:

  • Daftar pertanyaan yang ingin Anda tanyakan ke dokter.
  • Daftar gejala yang timbul.
  • Daftar riwayat medis dan obat yang digunakan (jika Anda memilikinya).

Ketika Anda bertemu dengan dokter, dokter perlu mengetahui kondisinya dengan mengajukan pertanyaan seperti:

  • Kapan gejala yang dialami anak Anda terjadi?
  • Gejala apa saja yang dialami anak Anda?
  • Berapa lama kondisi tersebut terjadi?

Jika dokter ingin mendiagnosis kondisinya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Setelah melakukan diagnosis, dokter akan memberikan pengobatan berdasarkan gejala dan penyebabnya. Salah satu obat yang dapat diberikan dokter adalah obat antihistamin.

Kesimpulan

Biduran pada anak dapat menimbulkan ketidaknyamanan. Biduran dapat menimbulkan berbagai gejala pada kulit dan ada berbagai faktor yang dapat meningkatkan risiko tersebut. Jika anak Anda mengalami gejala yang serius pada tubuh, Anda sebaiknya hubungi dokter.