Berbagai Manfaat Matcha dalam Produk Matchamu

Berbagai Manfaat Matcha dalam Produk Matchamu

Matcha sudah banyak digemari oleh berbagai kalangan, baik orang tua maupun orang mudah. Matcha merupakan minuman tradisional berbentuk bubuk berwarna hijau yang berasal dari Jepang. Di Indonesia sendiri, matcha banyak digandrungi oleh generasi muda sehingga banyak bermunculan produk matcha di pasar Indonesia, sebut saja Matchamu.

Didirikan oleh Lintang Wuriantari selaku Tea Executive Officer Matchamu pada tahun 2013, produk Matchamu kini telah terkenal di seluruh Indonesia bahkan hingga ekspor ke berbagai negara. Menurut Lintang, matcha menjadi sangat terkenal di Indonesia karena memiliki rasa manis yang khas ditambah dengan warna hijau alami yang menggugah selera.

Namun, apakah kalian tahu bahwa matcha berbeda dari teh hijau? Teh hijau yang juga berasal dari jepang menggunakan daun teh yang diseduh, sedangkan matcha merupakan versi bubuk dari teh hijau tersebut. Dan, sudah tidak menjadi rahasia lagi jika teh hijau memiliki berbagai manfaat seperti memberikan vitamin bagi tubuh serta berperan sebagai antioksidan.

Tidak hanya teh hijau, produk matcha seperti Matchamu juga memiliki berbagai manfaat yang baik untuk tubuh. Sebuah studi memperlihatkan, matcha dapat meningkatkan pembakaran lemak sebesar 17% jika dikonsumsi selama melakukan olahraga dengan intensitas sedang.

Selain baik untuk membakar lemak, berikut beberapa manfaat matcha yang baik bagi tubuh.

Mengandung berbagai nutrisi

Matcha pada dasarnya memiliki kandungan yang sama dengan teh hijau. Sama seperti teh hijau, matcha mengandung antioksidan dalam jumlah. Antioksidan tersebut terdiri polifenol dan flavonoid yang bisa mendukung sistem kekebalan tubuh, fungsi kognitif, dan sistem peredaran darah. 

Polifenol pada matcha juga disebut sebagai katekin. Jumlah katekin pada matcha sangat tinggi, yaitu 137 kali lebih tinggi daripada jenis teh hijau lainnya. Katekin ini mampu melawan radikal bebas dalam tubuh, serta menjaga sel-sel sehat dan mencegah tubuh terinfeksi penyakit kronis. Polifenol dalam matcha juga bermanfaat sebagai antikanker dan antiinflamasi.

Memelihara Kesehatan Hati

Produk matcha seperti Matchamu juga dipercaya dapat mencegah kerusakan hati dan ginjal. Penelitian yang dilakukan pada tikus yang mengidap diabetes memperlihatkan, mengkonsumsi matcha selama 16 minggu dapat menjaga kesehatan hati dan ginjal. Bahkan, matcha yang dikonsumsi secara rutin dapat menurunkan kadar enzim yang menyebabkan kerusakan hati pada orang alkoholik.

Meningkatkan kekebalan daya tahan tubuh

Seperti yang dikatakan sebelumnya, matcha merupakan produk yang kaya antioksidan. Kandungan ini lah yang dapat menjaga sistem kekebalan tubuh karena bersifat antibakteri dan antivirus. Vitamin C yang ada di matcha juga dapat membantu meningkatkan daya tahan kekebalan tubuh.

Menjaga kesehatan otak

Asam amino L-theanine yang terkandung dalam matcha juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan otak, meningkatkan daya konsentrasi, dan meningkatkan kemampuan kognitif. Asam amino tersebut juga dikatakan dapat mengurangi stres dalam tubuh.

Studi yang diterbitkan oleh Nutrients pada tahun 2019 lalu memperlihatkan, mengonsumsi matcha secara rutin dapat mengurangi risiko gangguan kognitif hingga menurunkan risiko terkena penyakit alzheimer dan demensia.

Mencegah kanker

Antioksidan dalam produk Matchamu juga dapat membantu mencegah jenis kanker tertentu. Studi yang dilakukan pada tahun 2017 mengenai teh hijau menyebutkan bahwa secara umum matcha memiliki efek anti-angiogenesis yang dapat menghentikan pertumbuhan sel kanker. 

Matcha juga secara spesifik mengandung epigallocatechin-3-gallate (EGCG). Ini adalah sejenis catechin yang terbukti bersifat antikanker dan dapat mencegah serta melawan sel kanker tertentu seperti prostat, kulit, paru-paru dan liver.Itulah manfaat yang ada dalam matcha, teh hijau bubuk yang terkenal dari Jepang. Anda bisa mendapatkan berbagai manfaat tersebut dalam produk Matchamu, sebuah merek lokal matcha latte.

WRP Lose Weight: Susu Tepat Saat Sedang Diet

WRP Lose Weight: Susu Tepat Saat Sedang Diet

Mengurangi konsumsi susu dalam pola makan harian memang terbukti bermanfaat bagi Anda yang sedang melakukan diet. Susu memang mengandung lemak jenuh. Namun, susu bukanlah penyebab kenaikan berat badan. Jadi, Anda tidak perlu berhenti mengonsumsi susu meski sedang diet. Salah satu susu yang aman untuk Anda konsumsi adalah WRP Lose Weight. 

Ganti Makanan Anda dengan WRP Lose Weight 

WRP Lose Weight aman untuk Anda minum saat diet karena kalorinya yang terkontrol sesuai dengan kebutuhan harian. Selain itu WRP Lose Weight juga kaya akan serat dan mengandung kalsium dan protein tinggi yang baik untuk pencernaan dan membantu Anda kenyang lebih lama, serta mengandung Omega 3 yang baik untuk kesehatan jantung. 

Setiap satu porsi penyajian WRP Lose Weight mengandung 200 kkal yang bisa menjadi sumber energi pengganti makanan Anda. Anda bisa mengonsumsi WRP Lose Weight dua kali sehari pada siang dan malam hari. Saat pagi, minumlah WRP Lose Weight sebelum pukul 09.00. Sementara saat malam hari, minumlah 1-2 jam sebelum tidur. 

Susu Diet Lainnya

Selain WRP Lose Weight, Anda juga bisa mengonsumsi beberapa jenis susu lainnya meski sedang menjalankan program penurunan berat badan. Berikut adalah daftarnya!

  1. Susu Almond 

Susu almond menjadi opsi pertama lainnya setelah WRP Lose Weight, terutama untuk Anda yang alergi laktosa atau seorang vegan. Susu ini dibuat dari almond utuh atau mentega almond yang dicampur dengan air. Susu ini memiliki tekstur yang ringan dengan rasa yang sedikit manis dan pedas. 

Susu almond bisa Anda campurkan pada kopi atau teh. Anda juga bisa mencampurkannya dengan smoothie. Selain itu, Anda juga bisa menambahkannya dalam hidangan penutup atau makanan yang sedang dipanggang. 

Dibandingkan dengan susu sapi, susu almond mengandung kalori yang lebih rendah. Hanya seperempat dari kalori susu sapi. Satu cangkir (240 ml) susu almond tanpa pemanis hanya mengandung 30-35 kalori dengan kandungan 2,5 gram lemak, 1 gram protein, dan 1-2 gram karbohidrat. 

Sayangnya, dengan kandungan karbohidrat dan protein yang rendah, susu almond tidak bisa menjadi susu sapi atau makanan Anda. Meski begitu, susu almond mengandung banyak vitamin E yang baik untuk kekebalan tubuh. 

  1. Susu Kedelai

Selain susu almond, susu kedelai bisa menjadi opsi lainnya untuk Anda yang alergi laktosa atau tidak menyukai susu sapi. Susu kedelai terbuat dari sari kedelai yang berwarna putih kekuningan serupa susu. 

Susu kedelai mengandung asam lemak omega 3 esensial dan flavonoid yang bersifat antioksidan, anti inflamasi, dan kardioprotektif sehingga baik untuk tubuh dan disarankan untuk mengonsumsinya setiap hari. 

Susu kedelai juga kaya akan serat sehingga baik untuk Anda yang memiliki kolesterol tinggi atau sedang menjalankan program penurunan berat badan. Dengan mengonsumsi susu kedelai saat diet, Anda dapat mengurangi lemak di tubuh tanpa mengurangi massa otot. Selain itu, susu kedelai juga bisa mengurangi risiko penyakit jantung. 

Untuk kandungan gizinya, susu kedelai tidak jauh berbeda dengan susu sapi. Satu cangkir susu kedelai tanpa pemanis mengandung 80-90 kalori dengan 4-4,5 gram lemak, 7-9 gram protein, dan 4 gram. Oleh karena itu, Anda bisa mengganti konsumsi susu sapi Anda dengan susu kedelai. 

  1. Susu Skim 

Susu yang satu ini terbuat dari susu sapi tetapi tidak mengandung lemak jenuh yang menjadi penyebab bertambahnya berat badan Anda. Oleh karena itu, susu skim aman dikonsumsi saat sedang diet karena kandungan lemaknya yang rendah. 

Selain rendah lemak, susu skim juga rendah kolesterol sehingga baik untuk kesehatan jantung. Susu skim pun memiliki kandungan protein yang lebih banyak dengan sembilan asam amino yang penting dalam proses pembentukan otot, termasuk kasein yang mudah dicerna. Tidak heran jika dengan mengonsumsi susu skim, Anda dapat membentuk otot lebih cepat dibandingkan susu lainnya. 

Selain kaya protein, susu skim juga mengandung banyak mineral seperti, kalsium yang baik untuk gigi dan tulang, serta menjaga kesehatan otot. Ada juga potasium yang berfungsi untuk menjaga tekanan darah dan fungsi jantung. Selain itu, ada juga selenium, magnesium, zinc, dan fosfor. 

Meski susu skim mengandung banyak gizi baik di dalamnya, ia tidak mengandung serat. Jika Anda ingin mengonsumsinya sebagai pengganti makanan, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan lain yang kaya serat seperti sayuran dan buah-buahan. 

Satu gelas susu skim (250 ml) mengandung 83 kalori yang terdapat 0,2 gram lemak, 8,3 protein, dan 12,2 gram. Dengan 299 mg kalsium, 10% kebutuhan harian vitamin A dan 29% kebutuhan harian vitamin D Anda. 

Demikianlah susu yang bisa Anda konsumsi saat diet. Tidak terbatas pada WRP Lose Weight, Anda juga bisa mengonsumsi susu sapi atau susu nabati lainnya. 

Untuk mendapatkan tips diet sehat lainnya, Anda bisa mengonsultasikannya langsung dengan dokter atau ahli gizi di aplikasi kesehatan keluarga, SehatQ yang bisa diunduh Google Play Store atau App Store!