Pahami Risiko Efek Samping Operasi Bypass Jantung

Dokter umumya akan merekomendasikan tindakan operasi bypass jantung pada penderita penyakit jantung koroner dengan sumbatan yang sudah parah dan menyebar di berbagai area arteri. Ini guna meminimalkan risiko kerusakan fungsi jantung Anda akibat sumbatan yang sudah terlalu parah tersebut, yang sudah kurang memadai jika hanya diberi tindakan pemberian ring. 

Operasi bypass jantung sendiri merupakan tindakan pengalihan fungsi arteri dan jantung yang rusak menggunakan cangkokan dari pembuluh darah lain dari organ yang berbeda di tubuh Anda. Kesuksesan operasi bypass jantung dapat menaikkan kualitas hidup penderita, namun di sisi lain pemilihan jalur pemulihan lewat pembedahan jantung ini tidak bisa sembarangan dilakukan karnea memiliki risiko efek samping yang cukup besar. 

Risiko efek samping dari operasi bypass jantung memang tidak main-main. Selain dapat menyebabkan kematian jika operasi tidak berjalan lancar; berbagai risiko yang tidak kalah serius seperti di bawah ini pun bisa menanti sehingga efek sampingnya mesti dipahami. 

Pendarahan 

Risiko pendarahan bisa terjadi pada tiap pembedahan, tidak terkecuali pada operasi bypass jantung. Risiko ini dapat terjadi pada saat operasi berlangsung ataupun beberapa saat operasi selesai dilakukan. Karena alasan inilah, pasien yang menjalani operasi bypass jantung umumnya mesti melakukan perawatan di ICU untuk beberapa hari ke depan setelah operasi dilakukan. 

Penggumpalan Darah 

Operasi bypass jantung memang bertujuan membuat arteri kembali lancar sehingga suplai darah dan oksigen dari dan ke jantung tidak terganggu. Namun di sisi lain, prosedur ini justru rentan menimbulkan penggumpalan darah yang dapat memyebabkan komplikasi ke berbagai penyakit serius, seperti seramgan jantung, masalah paru-paru, dan stroke. 

Kehilangan Selera Makan 

Pasien yang telah menjalani operasi bypass jantung umumnya akan mengalami penurunan badan yang cukup signifikan pada waktu-waktu mendatang. Bukannya tanpa alasan, ini terjadi karena pasca operasi bypass jantung cenderung mengalami kehilangan selera makan yang cukup besar hingga berbulan-bulan kemudian. 

Sembelit 

Berbagai operasi yang bersifat pembedahan, tidak terkecuali operasi bypass jamtung, rentan menimbulkan perubahan metabolisme. Ini yang akhirnya berpengaruh besar pada saluran pencernaan Anda. Tidak jarang, pasien yang menjalani operasi bypass jantung mengeluhkan kondisi sembelit yang cukup parah sehingga harus mengonsumsi obat pencahar hingga menempuh penindakan pembersihan usus besar. 

Gangguan Tidur 

Gangguan tidur rentan Anda alami pasca melakukan operasi bypass jantung. Gangguan tidur ini bisa hadir dalam beragam jenis, mulai dari kesulitan tidur seperti insomnia sampai kualitas tidur yang tidak nyenyak karena kerap terbangun pada malam hari. 

Mood Memburuk 

Pasien yang telah menjalani operasi bypass jantung sangat rentan pula mengalami mood yang memburuk. Perubahan suasana hati ini berhubungan dengan gangguan tidur yang dialami sampai pada kehilangan nafsu makan yang cukup besar. 

Radang Paru-paru 

Tindakan penanganan lewat pembedahan di jantung kerap menimbulkan efek samping ke paru-paru. Di mana Anda sangat mungkin mendapatkan risiko terjadinya radang paru-paru. Radang paru-paru merupakan kondisi adanya cairan dalam kantung udara di paru-paru sehingga dapat mrengancam nyawa, khususnya bagi anak-anak dan lansia di atas 65 tahun. 

Pankreatitis

Masalah pencernaan kerap menjadi risiko efek samping dalam berbagai pembedahan, tidak terkecuali operasi bypass jantung. Salah satu masalah pencernaan yang cukup berbahaya adalah pankreatitis. Ini merupakan kondisi peradangan pada pankreas yang menimbulkan gejala nyeri perut atas juga mual dan  muntah. Pankreatitis dapat muncul tiba-tiba pasca operasi bypass jantung dan bisa berlangsung dari beberapa hari sampai tahunan. 

Aritmia 

Pembedahan di area jantung dapat berpengaruh pada terganggunya sinyal listrik di jantung Anda. Ini akan membuat Anda berada dalam kondisi aritmia atau gangguan irama jantung. Irama jantung yang abnormal seperti detak jantung terlalu cepat, detak jantung terlalu lambat, sampai detak jantung yang tidak beraturan rentan Anda rasakan. 

Gagal ginjal

Adanya pembedahan dan pencangkokan pada prosedur operasi bypass jantung bisa mempengaruhi kinerja berbagai organ di tubuh Anda. Tidak terkecuali, operasi bypass jantung bisa rentan menimbulkan kerusakan di organ ginjal sehingga menyebabkan gagal jantung. 

*** 

Risiko efek samping dari operasi bypass jantung memang cukup besar. Namun, pertimbangkan pula risiko yang lebih besar jika operasi tersebut tidak dilakukan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *