Hati-Hati, Jangan Konsumsi Biogesic Dengan Obat-Obat Ini

Hati-Hati, Jangan Konsumsi Biogesic Dengan Obat-Obat Ini

Salah satu cara sederhana dan mudah untuk menghilangankan nyeri adalah dengan minum obat. Banyak apotek bahkan warung yang menjual bebas obat-obat pereda nyeri. Meski demikian, tetap harus perhatikan aturan pakai, dosis, serta kondisi khusus yang memungkinkan kamu tidak dapat mengonsumsi obat dengan sembarangan. 

Jika tidak, bukannya nyeri reda tapi bisa bertambah parah atau mungkin muncul gejala lainnya. Itulah pentingnya berkonsultasi dahulu pada dokter atau apoteker sebelum Anda membeli obat pereda nyeri. 

Contohnya adalah obat Biogesic satu ini yang aman dikonsumsi keluarga. Biogesic mengandung paracetamol yang berfungsi menurunkan demam dan meredakan nyeri. Tentu ada obat lain yang akan berinteraksi dengan obat ini. Apa sajakah obat tersebut? Dan apa efek sampingnya? Berikut penjelasannya.

Apa itu interaksi obat?

Setiap zat memiliki interaksinya sendiri dengan zat lainnya, hal ini bisa jadi karena mereka saling bertentangan. Obat pun demikian, ada beberapa obat yang tidak dapat dikonsumsi bersamaan baik dengan obat lain, makanan atau minuman, serta kondisi tertentu. Hal inilah yang dinamakan interaksi obat.

Interaksi obat dapat membuat obat yang dikonsumsi menjadi kurang efektif, timbul efek samping yang tak terduga, atau meningkatkan aksi obat tertentu. Beberapa interaksi obat bahkan bisa berbahaya bagi tubuh Anda. 

Penting untuk meluangkan waktu Anda mempelajari setiap petunjuk yang ada dalam kemasan obat sebelum meminumnya. Anda juga dapat mempelajari lebih banyak tentang interaksi obat dengan bertanya langsung pada tenaga kesehatan seperti dokter atau apoteker. 

Deskripsi dan kandungan obat Biogesic

Obat Biogesic adalah obat pereda nyeri yang aman dikonsumsi keluarga. Obat ini memiliki bentuk tablet yang bisa dikonsumsi oleh orang dewasa dan anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun. Adapula jenis suspensi atau obat sirup untuk anak-anak usia 3 sampai 10 tahun yang telah dirancang khusus tanpa alkohol dengan dengan sedikit rasa. 

Nyeri yang dapat diatasi oleh Biogesic, yaitu nyeri haid atau dismenore, nyeri otot, radang sendi, sakit kepala dan sakit gigi, hingga menurunkan demam. 

Biogesic mengandung paracetamol atau yang disebut juga acetaminopen dengan dosis 500mg. Kandungan utama ini bekerja dengan cara menghambat produksi zat atau senyawa penyebab peradangan pada tubuh, yaitu prostaglandin. Terhambatnya produksi zat ini akan mengurangi gejala peradangan seperti nyeri dan demam. 

Obat yang berinteraksi dengan obat Biogesic

  • Kloramfenikol

Kloramfenikol adalah antibiotik untuk mengobati infeksi yang dapat ditemukan dalam bentuk tablet, suspensin, sirup, tetes mata ataupun salep. Kloramfenikol bekerja dengan membunuh berbagai macam bakteri baik itu gram negatif dan gram positif. 

Kloramfenikol bersama paracetamol tidak dapat digunakan bersamaan. Hal ini karena bisa meningkatkan kadar kloramfenikol dalam tubuh beserta efek sampingnya. Gejala efek samping yang bisa terjadi, seperti gangguan pencernaan, gangguan kulit, gangguan saraf, hingga yang parah adalah depresi sumsum tulang.

  • Metoklopramid dan domperidon

Metoklopramid digunakan untuk mengobati penyakit maag dan atau GERD, serta meredakan gejala yang disebabkan oleh pengosongan lambung yang lambat pada penderita diabetes. Obat ini disebut agen prokinetik yang bekerja dengan mempercepat pergerakan makanan melalui lambung dan usus.

Sama dengan metoklopramid, domperidon juga merupakan obat untuk mengatasi gangguan pencernaan seperti mual dan muntah. Obat ini juga masuk dalam agen prokinetik.

Menggunakan paracetamol bersamaan dengan metoklopramid dan domperidon dapat meningkatkan penyerapan paracetamol beserta efek sampingnya, salah satunya adalah insomnia.

  • Kolestiramin

Kolestiramin digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol tinggi dalam darah sehingga mencegah penyakit yang mungkin ditimbulkan. Selain itu, kolestiramin juga digunakan untuk menghilangkan zat yang disebut asam empedu dari tubuh Anda.

Sementara itu, mengonsumsi paracetamol bersama kolestiramin dapat menurunkan penyerapan paracetamol, sehingga efektivitas paracetamol dalam mengatasi rasa sakit dan demam akan pun berkurang. Itulah sebabnya Anda tidak disarankan untuk mengonsumsinya bersamaan.

Obat paracetamol seperti Biogesic ini juga tak disarankan untuk pasien dengan ketergantungan pada alkohol. Penggunaan obat warfarin dengan paracetamol juga tidak disarankan karena dapat meningkatkan risiko pendarahan.

Sangat penting bagi Anda untuk mengetahui lebih banyak tentang obat yang Anda konsumsi. Dengan mengetahui baik manfaat, kandungan, efek samping serta interaksinya akan menghindarkan Anda dari risiko efek samping yang lebih besar. Obat pun akan bekerja secara efektif.

Biogesic adalah salah satu dari obat pereda nyeri dan demam yang aman untuk keluarga dan dijual bebas. Tapi tetap konsumsi dalam dosis yang telah ditetapkan serta lakukan pola hidup sehat dan banyak beristirahat. 

Dapatkan obat Biogesic yang asli untuk kebutuhan obat keluarga Anda dengan promo menarik hanya di Toko SehatQ. Kunjungi tokonya sekarang melalui website atau aplikasi kesehatan keluarga SehatQ yang dapat diunduh di App Store atau Play Store.

Mengenal Betahistine Mesylate, Senyawa Aktif dalam Mertigo

Mengenal Betahistine Mesylate, Senyawa Aktif dalam Mertigo

Obat sakit kepala mungkin adalah jenis obat yang paling mudah ditemukan di pasaran. Malah ada berbagai macam obat dengan senyawa atau zat aktif yang berbeda-beda sehingga memunculkan keunggulan, manfaat, serta efek sampingnya sendiri-sendiri. Di antara sekian banyak obat sakit kepala, pernahkah kamu mengenal, atau setidaknya mendengar, Mertigo?

Wajar saja sebenarnya jika di antara para pembaca awam terhadap Mertigo. Sebab, obat ini tergolong obat keras yang tidak bisa didapatkan sembarangan. Seseorang perlu mengantungi resep dari dokter agar dapat menebusnya di apotek. Mertigo digolongkan obat keras salah satunya karena senyawa aktif yang dikandungnya, yakni Betahistine Mesylate.

Betahistine Mesylate atau yang biasa cukup disebut Betahistine merupakan salah satu jenis obat analog histamin. Biasanya, betahistine digunakan guna mengobati berbagai gejala yang timbul dari penyakit Meniere seperti vertigo dengan segala manifestasinya, termasuk rasa pusing; tinnitus atau telinga berdenging; hingga gangguan pendengaran lain yang lebih serius.

Mekanisme kerja Betahistine Mesylate dalam mengatasi berbagai keluhan tersebut adalah dengan cara meningkatkan aliran darah pada telinga bagian dalam. Aliran darah yang meningkat tersebut berfungsi untuk menurunkan tekanan yang ada pada telinga sehingga gejala yang dirasakan pun akan berkurang. 

Di pasaran, seseorang dapat mendapatkan Betahistine Mesylate dalam berbagai merek dagang, salah satu yang paling populer adalah Mertigo, di mana dalam tiap tabletnya mengandung 6 mg senyawa aktif tersebut.

Pemberian atau konsumsi obat ini harus sesuai dengan dosis yang dianjurkan dokter. Namun, pada umumnya dosis untuk Betahistine Mesylate yang dikonsumsi oleh orang dewasa adalah 24-48 miligram (mg) per harinya. Dokter juga dapat menyesuaikan dosis berdasarkan kebutuhan pasien.

Untuk penggunaan tablet Betahistine 8 mg dapat dikonsumsi sebanyak 1-2 tablet untuk jadwal konsumsi tiga kali sehari atau bisa juga mengkonsumsi tablet 16 mg sebanyak satu kali konsumsi dengan jadwal 3 kali sehari.

Seseorang yang ingin atau tengah mengonsumsi Mertigo perlu berhati-hati terhadap penggunaan obat-obatan lain. Sebab, Betahistine Mesylate yang terkandung di dalam Mertigo mungkin sekali menimbulkan interaksi obat bila bertemu dengan obat lain.

Interaksi dapat terjadi jika penggunaan Betahistine Mesylate dibarengi dengan jenis obat tertentu. Interaksi yang terjadi dapat menyebabkan kinerja obat menjadi berkurang serta risiko efek samping akan lebih tinggi.

Pastikan untuk berkonsultasi atau memberitahukan dokter tentang obat, vitamin, atau suplemen yang sedang atau akan dikonsumsi. Jangan menambah dosis obat tanpa sepengetahuan dokter dan jangan memulai atau menghentikan penggunaan tanpa saran dari dokter.

Dua obat yang punya potensi paling besar dalam menyebabkan interaksi obat jika dikonsumsi dengan Betahistine adalah Antihistamin dan Monoamine-oxidase inhibitor (MAOIs). Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, penggunaan kedua obat tersebut dalam waktu bersamaan atau berdekatan dapat mengganggu kinerja obat selain itu dapat pula memicu efek samping dari Betahistine.

Ketika diberikan Betahistine oleh dokter, kamu juga harus menjelaskan kondisi kesehatanmu. Sebab, ada kelompok orang berisiko yang tidak cocok mengonsumsi obat ini, apa pun merek dagangnya, termasuk Mertigo. Beberapa orang dengan penyakit asma bronkial, feokromositoma serta tukak peptic amat tidak disarankan mengonsumsi obat ini. 

Kemudian, orang yang alergi obat, apa pun itu, juga sebaiknya tidak mengonsumsi Betahistine. Adapun orang dengan penyakit feokromositoma harus melakukan konsultasi mengenai penggunaan obat ini. Feokromositoma sendiri merupakan kondisi tekanan darah tinggi yang diakibatkan karena adanya tumor adrenal.

Kondisi lain yang dapat menyebabkan kontraindikasi adalah penderita ulkus saluran cerna. Hal ini juga berlaku untuk wanita yang tengah menyusui maupun sedang dalam masa kehamilan.

Dari semua yang tertulis di atas, satu sari yang bisa diambil adalah obat ini, Betahistine Mesylate dengan segala merek dagangnya, termasuk Mertigo, tak boleh dikonsumsi secara serampangan. Ini obat keras dan punya potensi besar berdampak buruk bagi kondisi kesehatan apabila digunakan tanpa aturan.