Reaksi Umum Saat Anak Alergi Pewangi Pakaian Bayi

Kulit adalah organ terbesar dalam tubuh dan itu juga yang paling terbuka. Kulit bayi memiliki karakteristik khusus yang membuatnya lebih rentan mengalami alergi. Karena itu, bayi dan anak-anak lebih rentan terhadap iritasi dan infeksi kulit. Kulit teriritasi dapat disebabkan oleh berbagai faktor, dan yang paling umum adalah akibat dari penggunaan pewangi pakaian bayi maupun deterjen. Namun, mencuci pakaian dan selimut anak-anak dengan deterjen ringan hipoalergenik dapat membantu melindungi kulit halus.

Jenis reaksi alergi pada bayi

Untuk beberapa anak, pakaian atau deterjen dapat menyebabkan dua jenis masalah kulit:

Iritasi kulit

Ruam merah dan gatal ini biasanya bisa langsung muncul, misalnya segera setelah anak Anda memakai sweater wol. Iritasi akan menghilang dengan cepat ketika sumber iritasi dihilangkan.

Dermatitis kontak alergi

Dermatitis dapat timbul sebagai ruam merah maupun gatal, tetapi biasanya tidak dengan kontak langsung. Jika anak alergi terhadap deterjen atau pewangi pakaian bayi, Anda mungkin tidak akan melihat anak mengalami kemerahan atau gatal hingga satu minggu. Namun, sistem kekebalannya mungkin akan menurun dan mulai mengidentifikasi alergen yang berdampak pada perubahan pada kulitnya.

Pewangi pakaian bayi yang bagus tidak mengiritasi kulit

Bagaimana cara menghentikan alergi?

Jika deterjen atau pelembut pakaian mengganggu kulit anak Anda, sebaiknya lakukan hal ini:

  • Gunakan deterjen dan pelembut kain tanpa pewarna atau pewangi.
  • Seringkali pewangi pakaian bayi memiliki aroma dan pewarna yang menyebabkan masalah kulit hingga menyebabkannya teriritasi.

Sayangnya, sebagian besar deterjen dan pelembut pakaian mengandung bahan berbahaya ini dalamnya, termasuk beberapa produk yang dipasarkan untuk pakaian bayi. Oleh karena itu, waspadalah. Carilah deterjen tanpa parfum atau pewarna.

  • Jangan membeli sembarang merek yang tersedia. Mengganti deterjen atau pewangi pakaian bayi dapat menyebabkan masalah kulit lebih serius dan tidak kunjung sembuh.
  • Biasakan untuk bilas pakaian dua kali.
  • Pastikan Anda menghilangkan semua residu deterjen dari pakaian bayi.

Selalu mencuci dan membilas semua pakaian bayi sebelum kembali menggunakannya. 

  • Tidak semua anak bisa memakai baju langsung dari toko. Kulit anak sangat mudah teriritasi dengan pakaian baru. Cuci bersih menggunakan bahan kimia sebelum mengenakan pakaian pada anak sangatlah penting. Namun, pastikan bahan tersebut aman dan tidak menyebabkan alergi.
  • Jangan gunakan pemutih atau penghilang noda. Produk-produk ini bisa sangat agresif baik dengan pakaian maupun kulit anak. Jika pakaian memiliki noda yang tampaknya sulit dihilangkan dengan deterjen biasa, cara terbaik adalah menggosoknya dengan air panas dan sabun netral sebelum memasukkannya ke dalam pencucian.

Ingatlah bahwa tips ini tidak hanya berlaku untuk pakaian anak; Anda juga harus menggunakannya untuk segala sesuatu yang bersentuhan dengan kulit anak seperti seprai, boneka binatang, handuk mandi, dan selimut.

Akan tetapi, selain karena penggunaan detergen atau pewangi pakaian bayi, akan juga bisa mengalami alergi karena beberapa faktor lainnya. Alergi terhadap makanan, obat-obatan, tanaman, atau gigitan serangga juga dapat menyebabkan ruam kulit yang gatal.

Ruam mungkin tidak disebabkan oleh deterjen jika anak Anda juga memiliki ciri berikut:

  • Masalah pernapasan, seperti mengi atau batuk
  • Kelopak mata atau bibir bengkak
  • Muntah atau diare
  • Urtikaria (gatal, bekas merah) biasanya karena alergi makanan, infeksi, stres, atau reaksi internal lainnya.

Cara cepat untuk mengetahui apakah ruam disebabkan oleh deterjen atau sesuatu yang lain adalah dengan memeriksa di bawah popok anak Anda, di mana pakaian tidak menyentuh kulit. Jika ada ruam, artinya kondisi ini bukan disebabkan oleh deterjen atau pewangi pakaian bayi. Selain itu, ruam yang disebabkan oleh deterjen cenderung lebih parah pada lengan dan kaki, di mana pakaian lebih ketat dan lebih banyak menggosok kulit. Jika mengalami hal ini, jangan ragu untuk segera konsultasikan ke dokter.